Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Rabu, 29 Juli 2020

MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) KELAS 9 SEMESTER GANJIL BAB 1

Nama Madrasah     : MTs. Bairul Makmur Curup
Mata Pelajaran       : Sejarah Kebudayaan Islam
Bab                          : 1
Guru Mapel             : Aan Nusantara, S.H.I, Gr


 

(Materi 1)

MASUKNYA ISLAM KE NUSANTARA

 

Secara garis besar penyebaran Islam di Indonesia melalui :

A.      Perdagangan

Sejak abad ke-7 – abad ke-16 M, pedagang muslim dari Arab, Persia, dan India yang datang ke Indonesia telah ikut ambil bagian dalam kegiatan perdagangan.

Pedagang muslim yang berdagang ke Indonesia makin lama makin banyak sehingga membentuk pemukiman yang disebut Pekojan. Dari Pekojan inilah mereka berinteraksi, dan berasimilasi dengan warga lokal sembari menyebarkan agama Islam.

B.      Perkawinan

Saudagar muslim yang masuk ke Indonesia banyak yang menikah dengan warga lokal. Sebelum perkawinan berlangsung, para wanita pribumi yang belum beragama Islam diminta mengucapkan syahadat sebagai tanda menerima Islam sebagai agamanya. Melalui proses, interaksi seperti inilah penduduk pribumi lambat laun mengenal nilai dan ajaran Islam.

Melalui interaksi tersebut pada gilirannya keluarga muslim itu berkembang menjadi perkampungan muslim, lebih luas lagi menjadi masyarakat muslim. Masyarakat muslim inilah yang di kemudian hari berkembang menjadi kerajaan Islam.

C.      Pendidikan

Penyebaran ajaran Islam melalui pendidikan dilakukan setelah terbentuknya masyarakat muslim pribumi. Pendidikan diselenggarakan oleh guru agama, kiai serta ulama.

Mereka memberikan pendidikan berawal dari rumah, masjid serta mushalla. Setelah itu, mereka mendirikan madrasah dan pondok pesantren untuk mendidik generasi muda yang tertarik menjadi peran santri. Pesantren ini terbuka bagi siapapun dan dari daerah lain. Semakin terkenal kiai yang mengajar di sebuah pesantren itu, semakin besar pula pengaruh pesantren tersebut di tengah masyarakat. Setelah selesai mengikuti pendidikan, mereka kembali ke kampung halaman masing-masing. Ada pula yang pergi ke tempat-tempat lain; di sana para santri berdakwah dan mengajarkan Islam. Aktivitas seperti inilah yang turut memperluas pengaruh Islam ke berbagai penjuru Indonesia.

D.      Tasawuf

Cara penyebaran Islam yang lain adalah melalui tasawuf. Tasawuf adalah salah satu doktrin atau ajaran Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah (hubungan vertikal). Ajaran ini memudahkan orang yang telah mempunyai dasar ketuhanan lain untuk mengerti dan menerima ajaran Islam. Ajaran tasawuf ini banyak dijumpai dalam cerita babad dan hikayat masyarakat setempat. Beberapa tokoh penyebar tasawuf yang terkenal adalah Syaikh Hamzah Fansuri, Syaikh Syamsudin, Syaikh Abdul Samad, dan Syaikh Nuruddin ar-Raniri.

E.       Kesenian

Penyebaran agama Islam di Indonesia terlihat pula dalam kesenian Islam, seperti peninggalan seni bangunan, seni pahat, seni musik dan seni sastra. Hasil-hasil seni ini dapat pula dilihat pada bangunan masjid kuno di Aceh, Demak, Cirebon, dan Banten. Kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan, sehingga kesenian mengambil peran penting dalam titik penyebaran Islam melalui budaya.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi atau abad ke-1 Hijriyah. Masuknya Islam ke Indonesia dari Arab melalui dua jalur, yaitu:

a)      Jalur Utara, dengan rute: Arab (Mekah dan Medinah) – Damaskus – Bagdad - Gujarat (pantai Barat India) – Srilanka - Indonesia.

b)      Jalur Selatan, dengan rute: Arab (Mekah dan Medinah) – Yaman - Gujarat (pantai barat India) - Srilanka – Indonesia.

Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia adalah peranan para pedagang, khususnya para pedagang Islam dari Arab, Persia dan Gujarat/India. Mereka datang ke daerah-daerah di Indonesia untuk berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam. Dari interaksi yang terjadi antara para pedagang muslim dengan penduduk setempat, agama Islam kemudian berkembang sampai berdirinya sebuah kerajaan.

Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Pada saat itu, Pasai menjadi pusat perdagangan yang banyak disinggahi para pedagang dari berbagai negara, termasuk para pedagang Islam dari Gujarat dan Persia. Demikian pula para pedagang dari berbagai daerah di Indonesia seperti para pedagang Jawa. Dari interaksi para pedagang Islam dengan orang Jawa, Islam juga berkembang di Pulau Jawa.

Perkembangan Islam di Pulau Jawa terjadi sangat cepat, seiring dengan semakin lemahnya Kerajaan Majapahit. Komunitas muslim di Jawa kemudian mendirikan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, yakni Kerajaan Demak. Dalam perkembangannya Kerajaan Demak tumbuh menjadi pusat penyebaran agama Islam ke berbagai daerah di Indonesia.

Faktor yang menyebabkan Islam mudah diterima oleh rakyat Indonesia dan berkembang dengan cepat adalah:

a)      Syarat-syarat masuk agama Islam sangat mudah. Seseorang telah dianggap masuk Islam bila  ia telah mengucapkan dua kalimat syahadat.

b)      Ajaran Islam tidak mengenal adanya kasta-kasta dan menganggap semua manusia mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Allah. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kaya- miskinnya, pangkat dan jabatannya, tetapi oleh nilai ketakwaannya kepada Allah.

c)       Upacara-upacara keagamaan dalam ajaran Islam sangat sederhana dan tidak harus mengeluarkan banyak biaya.

d)      Agama Islam yang menyebar di Indonesia disesuaikan dengan adat dan tradisi bangsa Indonesia dan dalam penyebarannya dilakukan dengan damai tanpa kekerasan.

e)      Sifat bangsa Indonesia yang ramah tamah memberi peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain. Di dalam pergaulan yang erat itu kemudian terjadi saling mempengaruhi dan saling pengertian.

f)       Runtuhnya Kerajaan Majapahit memperlancar penyebaran agama Islam.

Faktor-faktor tersebut di atas didukung pula dengan semangat para penganut Islam untuk terus menyebarkan agama yang telah dianutnya. Bagi penganut Islam, menyebarkan agama Islan adalah sebuah kewajiban.

 

(Materi 2)

BUKTI ADANYA ISLAM DI NUSANTARA

Beberapa Pendapat Tentang Awal Masuknya Islam di Indonesia.

A.      Islam Masuk ke Indonesia Pada Abad ke 7:

1.       Seminar masuknya Islam di Indonesia (di Aceh), sebagian dasar adalah catatan perjalanan Al Mas’udi, yang menyatakan bahwa pada tahun 675 M, terdapat utusan dari raja Arab Muslim yang berkunjung ke Kalingga. Pada tahun 648 diterangkan telah ada koloni Arab Muslim di pantai timur Sumatera.

2.       Dari Harry W. Hazard dalam Atlas of Islamic History (1954), diterangkan bahwa kaum Muslimin masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M yang dilakukan oleh para pedagang muslim yang selalu singgah di sumatera dalam perjalannya ke China.

3.       Prof. Sayed Naguib Al Attas dalam Preliminary Statemate on General Theory of Islamization of Malay-Indonesian Archipelago (1969), di dalamnya mengungkapkan bahwa kaum muslimin sudah ada di kepulauan Malaya-Indonesia pada 672 M.

4.       Prof. Sayed Qodratullah Fatimy dalam Islam comes to Malaysia mengungkapkan bahwa pada tahun 674 M. kaum Muslimin Arab telah masuk ke Malaya.

5.       Prof.S. Muhammmad Huseyn Nainar, dalam makalah ceramahnya berjudul Islam di India dan hubungannya dengan Indonesia, menyatakan bahwa beberapa sumber tertulis menerangkan kaum Muslimin India pada tahun 687 sudah ada hubungan dengan kaum muslimin Indonesia.

B.      Islam Masuk Ke Indonesia pada Abad ke-11:

Satu-satunya sumber pada abad ini adalah ditemukannya makam panjang di daerah Leran Manyar, Gresik, yaitu makam Fatimah Binti Maimoon dan rombongannya. Pada makam itu terdapat prasati huruf Arab Riq’ah yang berangka tahun (dimasehikan 1082).

C.      Islam Masuk Ke Indonesia Pada Abad Ke-13:

1.       Catatan perjalanan marcopolo, menyatakan bahwa ia menjumpai adanya kerajaan Islam Ferlec (mungkin Peureulack) di aceh, pada tahun 1292 M.

2.       Beberapa sarjana barat seperti R.A Kern; C. Snouck Hurgronje; dan Schrieke, lebih cenderung menyimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13, berdasarkan sudah adanya beberapa kerajaaan Islam di kawasan Indonesia.

 

 

 

(Materi 3)

ALUR PERJALANAN PARA PEDAGANG ARAB DALAM BERDAKWAH DI INDONESIA 

Sejak awal masehi sudah ada rute-rute pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di daratan Asia Tenggara. Wilayah barat nusantara dan sekitar Malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang menjadi titik perhatian karena hasil bumi yang dijual menarik bagi para pedagang, dan menadi daerah lintasan penting antara Cina, dan India.

Sementara itu, pala dan cengkeh yang berasal dari Maluku di pasarkan di awa dan Sumatera untuk kemudian dijual kepada para pedagang asing. Sehingga pelabuhan-pelabuhan penting di Sumatera dan awa antara abad ke 1 dan ke-7 M sering disinggahi para pedagang asing seperti Lamuri (Aceh), Barus dan Palembang di Sumetera, Sunda Kelapa dan Gresik di Jawa.

Bersamaan dengan itu, datang pula para pedagang yang berasal dari Timur Tengah. Mereka tidak hanya membeli dan menjaahkan barang dagangan tetapi ada juga yang berupaya menyebarkan agama Islam. Dengan demikian agama Islam telah ada di Indonesia ini bersamaan dengan kehadiran para pedagang Arab. Islam secara akomodatif, akulturasi, dan sinkretis (lambang-lambang budaya) merasuk dan punya pengaruh di Arab, Persia, India dan China. Melalui perdagangan itulah Islam masuk ke kawasan Indonesia. Dengan demikian bangsa Arab, Persia, India dan China punya andil melancarkan perkembangan Islam di kawasan Indonesia.

A.      Gujarat (India)

Pedagang Islam dari Gujarat, menyebarkan Islam dengan bukti-bukti antara lain :

1.       Ukiran batu nisan gaya Gujarat.

2.       Adat istiadat dan budaya India Islam.

B.      Persia

Para pedagang Persia menyebarkan Islam dengan beberapa bukti antar lain :

1.       Gelar “Syah” bagi raja-raja di Indonesia.

2.       Pengaruh aliran “Wihdatul Wujud” (Syeh Siti Jenar).

3.       Pengaruh madzab Syi’ah (Tabut Hasan dan Husen).

 

C.      Arab

Para pedagang Arab banyak menetap di pantai-pantai kepulauan Indonesia, dengan bukti antara lain:

1.       Menurut al Mas’udi pada tahun 916 telah berjumpa Komunitas Arab dari Oman, Hidramaut, Basrah, dan Bahrein untuk menyebarkan Islam di lingkungannya, sekitar Sumatra, Jawa, dan Malaka.

2.       Munculnya nama “kampung Arab” dan tradisi Arab di lingkungan masyarakat, yang banyak mengenalkan Islam.

D.      China

Para pedagang dan angkatan laut China (Ma Huan, Laksamana Cheng Ho/Dampo awan), mengenalkan Islam di pantai dan pedalaman Jawa dan Sumatera, dengan bukti antar lain:

1.       Gedung Batu di Semarang (masjid gaya China).

2.       Beberapa makam China muslim.

3.       Beberapa wali yang dimungkinkan keturunan China.

 

Dari beberapa bangsa yang membawa Islam ke Indonesia pada umumnya menggunakan pendekatan cultural, sehingga terjadi dialog budaya dan pergaulan sosial yang penuh toleransi. Proses awal penyebaran Islam di Indonesia melalui Perdagangan dan Perkawinan. Dengan menunggu angin muson (6 bulan), pedagang mengadakan perkawinan dengan penduduk asli. Dari perkawinan itulah terjadi interaksi sosial yang menghantarkan Islam berkembang (masyarakat Islam). Pembentukan masyarakat Islam dari tingkat ‘bawah’ dari rakyat lapisan bawah, kemudian berpengaruh ke kaum birokrat.

Gerakan dakwah pada saat itu juga melalui dua jalur yaitu:

a.       Ulama keliling menyebarkan agama Islam (dengan pendekatan Akulturasi dan Sinkretisasi/lambang-lambang budaya).

b.      Pendidikan pesantren (ngasu ilmu/perigi/sumur), melalui lembaga/sistem pendidikan Pondok Pesantren, Kyai sebagai pemimpin, dan santri sebagai murid.

Dari dua gerakan dakwah tersebut, perkembangan Islam secara relitas Islam sangat diminati dan cepat berkembang di Indonesia. Meskipun demikian, Semangat dalam  memahami dan menerapkan keberagaman Islam bervariasi menurut kemampuan masyarakat dalam mencernanya.


(Materi 4)

CORAK KEISLAMAN DI INDONESIA

 

Dalam perkembangan sejarah dakwah Islam, para mubaligh menyampaikan ajaran Islam secara bijaksana melalui bahasa budaya sebagaimana dilakukan oleh Walisongo. Karena kehebatan para wali Allah dalam mengemas dan pendekatan yang arif bijaksana, ajaran Islam menjadi bagian dari tata nilai di masyarakat yang tidak dapat dipisahkan.

Nilai-nilai Islam meliputi segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Corak keislaman dan keindonesiaan dapat disaksikan dari berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari seni, budaya, sosial-politik, sosial-ekonomi, pendidikan dan ilmu pengetahuan, bahkan dalam tatanan berbangsa dan bernegara yang masih dapat kita rasakan sampai saat ini.

a.       Politik

Seiring periodisasi perkembangan Islam di Indonesia, ajaran Islam ikut mewarnai corak politik di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan munculnya kerajaan Islam di Indonesia, seperti Kerajaan Samudera Pasai, Malaka, Aceh Darussalam, Demak, Pajang, Banten, Cirebon, Mataram, Ternate, Tidore, Gowa-Tallo, dan lain-lain. Bahkan, nilai-nilai Islam mewarnai corak pemerintahan dan tata kenegaraan, berkolaborasi dengan nilai-nilai luhur bangsa.

b.      Seni dan Budaya

Seni dan budaya tidak lepas dari pengaruh nilai-nilai ajaran Islam. Seni bukanlah sesuatu yang diharamkan dalam Islam. Dengan seni, kehidupan manusia lebih indah dan nyaman untuk dinikmati. Kata “budaya” berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddayah sebagai bentuk jamak dari kata budhi yang berarti perilaku, budi, atau akal. Maka, kata kebudayaan dapat diartikan sebagai bentuk yang berkaitan dengan budi pekerti dari hasil pemikiran. Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan. Banyak seni dan budaya Indonesia yang bernuansa Islam seperti, hadrah, rebana, kasidah, kaligrafi, seni lukis, seni pahat, tari zapin, pakarena burakne, sandur, tari pergaulan, barzanji, khitan, sekaten, rajaban, mauludan, nyadran, kenduri, menata konde, dan masih banyak lagi.

c.       Pendidikan

Untuk menganalisis masuknya pendidikan Islam di Indonesia, maka sangat tepat kiranya untuk menelusuri proses masuknya Islam di Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia memiliki letak yang strategis dalam rangka pelayaran dan perdagangan sehingga menjadi salah satu sarana masuknya ajaran Islam. Para saudagar, ulama, termasuk wali, berperan besar terhadap penyebaran Islam.

Mereka pada mulanya mendirikan pesantren-pesantren di sekitar kota pelabuhan (sebagai tempat transit kapal-kapal dagang) guna menyebarkan dakwah Islam. Istilah “pesantren” sendiri berasal dari ucapan “pesantrian”, yakni tempat para santri menimba ilmu agama.

d.      Perekonomian

Perekonomian sebagai salah satu pilar tegaknya sebuah peradaban sedikit banyak mendapat corak keislaman. Nilai-nilai ajaran Islam telah terpatri dalam sanubari setiap muslim, apa pun profesinya. Sehingga, di dalam menjalankan segala aktivitas selalu dilandasi karena Allah dan mencari keridaan-Nya.Sejarah mencatat banyak tokoh muslim Indonesia yang sukses dalam bidang perekonomian. Mohammad Hatta adalah salah contoh tokoh muslim yang ikut mewarnai perekonomian Indonesia dengan nilai-nilai keislaman, Ia dikenal sebagai bapak koperasi, di mana badan usaha berbentuk koperasi merupakan saka guru perekonomian Indonesia. Contoh lain adalah Haji Samanhudi, seorang pedagang batik dari Laweyan, Surakarta. Pada 16 Oktober 1905, ia mendirikan organisasi Sarekat Dagang Islam demi mengatasi situasi perekonomian rakyat pribumi yang terpuruk akibat monopoli bangsa asing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak.

MATERI BAHASA ARAB KELAS 8 SEMESTER GANJIL BAB 1

MATERI BAHASA ARAB KELAS 7 SEMSETER GANJIL (Pengajar: Aan Nusantara, S.H.I, Gr) BAB 1 (MATERI 1) Jam dalam bahasa Arab ber...